Sayur Daun Kelor makanan khas Banyuwangi

jangan-daun-kelor-banyuwangi

Jangan-Daun-Kelor-banyuwangiJangan Daun kelor atau Sayur Daun Kelor adalah salah satu kuliner khas Banyuwangi dan menjadi masakan favorit bagi masyarakat, daun kelor yang umumnya di gunakan untuk acara spiritual atau adat tradisi jawa seperti memandikan mayat, di Banyuwangi menjadi konsumsi sehari – hari. Daun kelor dimasak menjadi sayur bening seperti halnya sayur bayam. Rasa daun kelor hampir sama seperti sayur bayam, Cara memasaknya pun cukup mudah, daun kelor terebih dimasak dahulu lalu ditambahkan bumbu-bumbu yang telah dipotong. Cara penyajian jangan kelor didaerah Banyuwangi yaitu, menggunakan nasi ditambahkan sambel tempong, ikan asin, tempe, tahun, dan gimbal jagung.

Wedang Rempah Khas Banyuwangi yang hangat di tubuh

Saat mencoba wedang rempah, reaksi pertama terasa bisa menghangatkan tubuh dan membuat berkeringat.

Oleh: Mohammad Ulil Albab

18 April 2017 10:38

Wedang rempah

Merdeka.com, Banyuwangi – Oktarina Sri Hidayati (50) punya inovasi unik menyajikan minuman sehat dari aneka rempah-rempah Nusantara. Selain enak diminum, wedang rempah racikannya bisa menjadi obat herbal yang aman dikonsumsi dengan beragam khasiat.

Wedang rempah yang disajikan, tidak dalam bentuk serbuk. Dalam satu gelas ada sembilan jenis rempah yang sengaja dibiarkan utuh tidak digiling. Mulai dari secang, jahe, daun salam, cengkeh, kapulogo, kayu manis dan serai.

“Bentuknya memang bukan serbuk, tetap dibiarkan berbentuk rempah. Jadi jamu tapi enak dikonsumsi,” ujar Hidayati saat menggelar lapaknya di Festival Banyuwangi Kuliner dan Art Week di Taman Blambangan.

Racikan wedang rempah ini memiliki beragam khasiat. Setiap jenis rempah seperti daun salam bisa menurunkan kolesterol, sedangkan jahe bisa mencegah masuk angin. “Masing-masing dari rempah fungsinya banyak. Usai diminum reaksinya hangat di tubuh dan keringetan,” ujarnya.

Saat mencoba wedang rempah, reaksi pertama terasa bisa menghangatkan tubuh dan membuat berkeringat. Sangat cocok diseduh saat sore hari dan malam hari.

Wedang rempang saat diseduh dengan air panas, menghasilkan rekasi warna kemerahan dan keluar aroma yang harum. Sementara rasanya lebih dominan ke rempah jahe dan harum kayu manis. “Kalau warna merahnya ini karena reaksi rempah dari secang,” ujarnya.

Hidayati sudah menjual wedang rempah di kedainya, Angkringan Pawon Oktana di Jalan Gajahmada, Kelurahan Mojopanggung, Banyuwangi. Pembeli bisa menikmati wedang rempah di kedainya atau memesannya untuk diseduh di rumah. Satu gelas racikan wedang rempah dia jual dengan harga Rp 10 ribu dan sebenar lagi bisa dipesan lewat situs jual beli yang didukung Pemkab Banyuwangi. “Sebentar lagi bisa dipesan lewat Banyuwangi-mall.com. Saat ini sudah terdaftar,” ujarnya.

Ide membuat usaha wedang rempah, mulanya Hidayati memang memiliki kebiasaan saat sakit, tidak suka mengkonsumsi obat kimia. Dia hanya meminum segala jenis rempah yang dia butuhkan.

Kemudian dia belajar dari pengalaman ibunya sendiri yang terserang penyakit stroke. Setelah coba diterapi dengan obat tradisional rempah, saat ini kondisinya semakin membaik. “Lama berobat tidak sembuh, akhirnya coba saya beri obat dari alam seperti rempah ini. Alhamdulillah semakin membaik,” ujarnya.

Wedang rempah ini, kata Hidayati masih dirinya yang menjual di Banyuwangi. ‎Selain bisa menjadi obat, dia sekaligus mengangkat kembali potensi rempah lokal di Banyuwangi. “Ke depan saya ingin menjual bibitnya juga. Kalau sekarang rempahnya masih mudah didapat dari pasar,” kata dia.

Aneka Jenang makanan khas adat banyuwangi

ajenang
Instagram by @kelarclear

Kota yang berada di ujung pulau Jawa ini juga mempunyai sajian kuliner berupa beberapa macam jenang loh, jenang merupakan sajian kuliner biasanya bertekstur lembut dan rasanya legit dengan tambahan topping bermacam-macam dan juga tampilannya berwarna warni menggugah selera. Beberapa jenis jenang yang dapat kamu temukan di Banyuwangi adalah :

  • Jenang Bedil
  • Jenang Mutioro
  • Jenang Selo

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai